JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN_MODUL 1.1
CGP : Parjono_CGP.8_Kelas I.1
Pengajar Praktik : Dede Hidayat
Fasilitator : Muthmainah
REFLEKSI PEMBELAJARAN KI HAJAR DEWANTARA
Pada kesempatan ini saya masuk dalam Pendidikan Calon Guru Penggerak Angkatan 8 dimulai dengan pelaksanaan pre test paket modul 1 dilanjutkan dengan Lokakarya Orientasi Pertama, Lokakarya diikuti oleh seluruh Calon Guru Penggerak didampingi oleh Kepala Sekolah atau yang mewakilkannya, Saat itu kebetulan sekolah kami terdapat dua guru CGP sehingga saya didampingi oleh guru senior dari SMKN 5 Jakarta. murid/peserta.
Dalam kegiatan lokakarya pertama diawali dengan pembukaan pre test, kegiatan dikelas bersama Pengajar Praktik, Kepala sekolah atau Guru yang mewakili, sebelum mengawali kegiatan kita mulai dari perkenalan satu dengan yang lainnya. Kegiatan dalam kelas kita menyeleasaikan LK 1 samapai dengan LK 5 yang terdiri dari : Lembar Kerja Kesepakatan Peran CGP dan Kepala Sekolah, Lembar Kerja Asesmen Mandiri Kompetensi Guru Penggerak, Lembar Evaluasi Diri Guru, Lembar Kerja Rencana Pengembangan Kompetensi Diri Penggerak dan Evaluasi Lokakarya Orientasi
Pada jurnal dwi mingguan ini saya menggunakan Model 5: Connection, challenge, concept, change (4C) Model ini dikembangkan oleh Ritchhart, Church dan Morrison (2011).
1) Connection: Apa keterkaitan materi yang didapat dengan peran Anda sebagai Calon Guru Penggerak?
Keterkaitan meteri yang saya dapat sebagai calon guru penggerak adalah bagaimana kegiatan selama saya belum mendapatkan materi calon guru penggerak dan setelah belajar.
2) Challenge: Adakah ide, materi atau pendapat dari narasumber yang berbeda dari praktik yang Anda jalankan selama ini?
Ki Hajar Dewantara menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu: menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Pendidik bahwa pendidikan anak sejatinya menuntut anak mencapai kekuatan kodratnya sesuai dengan alam dan zaman
3) Concept: Ceritakan konsep-konsep utama yang Anda pelajari dan menurut Anda penting untuk terus dibawa selama menjadi Calon Guru Penggerak atau bahkan setelah menjadi Guru Penggerak?
Pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam masyarakat. Ki Hajar Dewantara memiliki keyakinan bahwa untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab maka pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk mencapainya.
Menurut Ki Hajar Dewantara, budi pekerti, atau watak atau karakter merupakan perpaduan antara gerak pikiran, perasaan dan kehendak atau kemauan sehingga menimbulkan tenaga. Budi pekerti juga dapat diartikan sebagai perpaduan antara Cipta (kognitif), Karsa (afektif) sehingga menciptakan Karya (psikomotor).
Lebih lanjut Ki Hajar Dewantara menjelaskan, keluarga menjadi tempat yang utama dan paling baik untuk melatih pendidikan sosial dan karakter baik bagi seorang anak. Keluarga merupakan tempat bersemainya pendidikan yang sempurna bagi anak untuk melatih kecerdasan budi-pekerti (pembentukan watak individual). Keluarga juga merupakan sebuah ekosistem kecil untuk mempersiapkan hidup anak dalam bermasyarakat dibanding dengan institusi pendidikan lainnya.Setelah saya mempelajari pemikiran-pemikiran Ki Hajar Dewantara saya merubah cara mengajar peserta didik dengan mengemas pembelajaran secara menarik agar motifasi belajar peserta didik meningkat (model yang berfariasi) serta memberikan kebebasan untuk menyelesaikan tugas sesuai minat, bakat dan kreatifitas masing-masing serta lebih cermat dalam melihat bakat/potensi anak (menuntun sesuai kodrat)
Berbagai kegiantan yang saya lakukan adalah :
Belajar di luar kelas : Untuk memberikan suasana baru agar peserta didik lebih bersemangat
Melalui pendekantan personal :
Supaya lebih cermat melihat bakat dan potensi potensi peserta didik
Memberikan kebebasan berkreatifitas :
Dengan cara memberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil kerja masing-masing siswa
Demikian kegiatan yang lakukan untuk merefleksikan pemikiran Ki Hajar Dewantara dimana :
Tujuan pendidikan yaitu: menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.
.jpeg)
.jpeg)



Comments
Post a Comment